


​Raksasa mining MARA Holdings resmi merevisi strategi treasury untuk mengizinkan penjualan cadangan Bitcoin (BTC) mulai 2026. Melalui laporan SEC pada 3/3, perusahaan kini bisa menjual Bitcoin yang ada di neraca secara oportunistik sesuai kondisi market. Sebelumnya, MARA hanya diizinkan menjual koin yang berasal dari hasil penambangan baru.
​Hingga akhir 2025, MARA memegang 53.822 BTC senilai $4,7 miliar namun mencatat kerugian penurunan nilai sebesar $422,2 juta. Perubahan kebijakan ini diambil demi fleksibilitas modal di tengah fluktuasi harga market yang ekstrem. Langkah ini diharapkan membantu perusahaan menjaga stabilitas finansial dan alokasi modal yang lebih lincah.
​Produksi tambang MARA sendiri turun 7% menjadi 8.799 BTC tahun lalu akibat dampak halving dan naiknya kesulitan jaringan. Pergeseran dari strategi holding ke manajemen aktif ini menandai babak baru bagi operasional penambang skala industri. Fokus perusahaan kini beralih pada optimalisasi likuiditas untuk mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang.