


Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target militer Iran sebagai respons atas serangan drone yang menghantam sebuah kapal kargo komersial di Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan rudal dan drone, serta instalasi radar pantai Iran yang disebut digunakan untuk mendukung operasi militer di kawasan. Langkah ini menjadi eskalasi terbaru di tengah gencatan senjata sementara yang baru disepakati kedua negara pekan lalu.
Presiden Donald Trump sebelumnya menuding Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah sebuah drone menghantam kapal kargo yang melintas di Selat Hormuz. Trump menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kebebasan navigasi di salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Di sisi lain, Iran mengecam serangan balasan AS dan menegaskan pihaknya akan memberikan respons jika kembali menjadi sasaran. Ketegangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, meski lalu lintas kapal mulai kembali beroperasi secara bertahap.