asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7102+0.0002 ( +0.03% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT83,102.0+198.14 ( +0.24% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,505.46+1.43 ( +0.06% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT85.556-1.19 ( -1.37% )
tether usd iconlumia iconLUMIAUSDT0.1397+0.0217 ( +18.39% )
tether usd icontreasure iconMAGICUSDT0.1259+0.0193 ( +18.11% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT109.52-0.67 ( -0.61% )
tether usd iconstarknet iconSTRKUSDT0.11293+0.03497 ( +44.86% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.1024-0.0225 ( -2.0% )
Powered by
powered by triv
News

​AS Sepakat Cairkan Miliaran Dolar untuk Irak dengan Syarat Persulit Milisi Pro-Iran

User
July 9, 2026 | 03:39 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 9, 2026 | 03:43 WIB
​AS Sepakat Cairkan Miliaran Dolar untuk Irak dengan Syarat Persulit Milisi Pro-Iran

​Amerika Serikat (AS) dan Irak resmi mencapai kesepakatan strategis terkait pengetatan kontrol keuangan bilateral. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada Kamis (9/7), kesepakatan ini mewajibkan pemerintah Irak untuk memperketat pengawasan peredaran uang guna mencegah aliran dolar AS jatuh ke tangan kelompok milisi yang didukung Iran. Sebagai imbalannya, Washington sepakat untuk kembali melanjutkan pengiriman uang tunai senilai miliaran dolar ke Irak setelah sempat dibekukan selama empat bulan terakhir.

​Berdasarkan rincian perjanjian tersebut, pemerintah Irak diwajibkan untuk menindak tegas berbagai celah penyalahgunaan di sektor pertukaran mata uang (currency exchanges) dan sistem pembayaran gaji. Selama ini, jalur-jalur likuiditas tersebut disinyalir sering dieksploitasi oleh kelompok milisi bersenjata untuk mengenali dan menghindari sanksi finansial yang diterapkan oleh AS. Pengetatan ini diharapkan dapat secara efektif menutup celah penghindaran sanksi yang mendanai operasi pro-Iran di kawasan.

​Langkah pengetatan ini berjalan di tengah situasi politik yang sangat sensitif di Irak. Berdasarkan laporan terpisah dari Reuters, peti mati mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Kamis (9/7) saat ini masih berada di Irak dalam rangkaian prosesi pemakaman selama enam hari setelah gugur akibat serangan udara AS dan Israel pada Februari lalu. Ribuan pelayat dan simpatisan milisi pro-Iran memadati kota suci Najaf dan Karbala, sembari mengibarkan bendera milisi dan meneriakkan slogan anti-AS, tepat saat pemerintah Irak menyetujui pembatasan finansial terhadap kelompok-kelompok tersebut.

​Di tengah tingginya unjuk kekuatan massa pro-Iran tersebut, langkah AS mencairkan kembali miliaran dolar ke Irak menjadi manuver yang sangat kalkulatif. Meskipun aliran dana tunai ini memberikan nafas segar bagi ekonomi Irak, AS memanfaatkannya sebagai alat tawar-menawar untuk memaksa Irak memutus urat nadi pendanaan milisi tepat saat eskalasi sedang tinggi, AS membuktikan bahwa instrumen likuiditas bisa menjadi senjata ampuh untuk mengunci pergerakan musuh langsung di wilayah basisnya.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB