


Donald Trump menegaskan tuntutannya agar Iran segera menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium 100% dan memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Dalam wawancara radio "Sid & Friends" (77 WABC) pada Selasa (12/5) Trump menyatakan bahwa rangkaian tekanan ekonomi serta langkah blokade yang dilakukan Amerika Serikat telah berhasil memaksa Iran untuk hadir ke meja perundingan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak AS tidak akan terburu-buru dalam menerima kesepakatan apa pun guna memastikan hasil yang maksimal.
​Di tengah upaya diplomatik tersebut, Pentagon mengumumkan bahwa total biaya operasi militer terhadap Iran sejauh ini telah memakan biaya sebesar $29 miliar. Besarnya pengeluaran ini mulai memicu kekhawatiran masyarakat AS terkait tekanan fiskal tambahan bagi Amerika Serikat serta ketidakstabilan berkelanjutan di market energi global, yang terlihat dari tingginya volatilitas harga minyak internasional.
​Meskipun biaya perang sudah membengkak, Menteri Perang AS Pete Hegseth justru menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana eskalasi militer tambahan jika diperlukan. Hegseth menegaskan bahwa kesiapan tempur akan terus ditingkatkan guna merespons segala bentuk ketidakpastian selama proses negosiasi berlangsung. Hal ini mempertegas sikap keras Amerika Serikat yang tetap mengedepankan opsi militer di tengah upaya diplomasi yang masih buntu.