


​Produsen hardware wallet Ledger mengonfirmasi adanya kebocoran data pelanggan yang melibatkan Global-e, mitra platform e-commerce pihak ketiga yang menangani transaksi internasional perusahaan. Insiden ini terungkap pada Senin (5/1) setelah para pengguna menerima peringatan mengenai paparan informasi pribadi seperti nama dan detail kontak.
Ledger menegaskan bahwa kebocoran terjadi pada sistem Global-e sebagai penyedia layanan ritel, bukan pada sistem internal maupun perangkat fisik Ledger. Oleh karena itu, aset digital pengguna dipastikan tetap aman karena Global-e tidak memiliki akses ke recovery phrase (24 kata) maupun saldo blockchain pelanggan.
​Kejadian ini kembali memicu pengawasan ketat terhadap keamanan privasi Ledger, mengingat perusahaan tersebut memiliki rekam jejak kebocoran data besar pada tahun 2020. Meskipun data pembayaran dan kunci privat tidak terekspos, para ahli keamanan memperingatkan risiko serangan phishing yang mungkin menyasar pengguna terdampak melalui informasi kontak yang bocor. Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi industri kripto mengenai kerentanan data yang sering kali muncul dari penyedia layanan pihak ketiga, bahkan ketika produk utama yang dipasarkan mengusung standar keamanan tinggi.