Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoff Kendrick, memproyeksikan pada Rabu (19/8) bahwa harga Bitcoin (BTC) berpotensi melesat menuju level $100.000 per BTC pada akhir tahun 2026. Proyeksi optimis ini dirilis menyusul langkah Departemen Keuangan AS (US Treasury) yang melipatgandakan program buyback obligasi pemerintah jangka panjang menjadi minimal $4 miliar per operasi. Kebijakan pelonggaran likuiditas makro tersebut dinilai menjadi pemicu utama rebound tajam Bitcoin yang kembali mendobrak kisaran $69.000 pada hari yang sama.
​Dalam catatan risetnya kepada para klien, Kendrick menegaskan bahwa keberhasilan Bitcoin menembus level teknikal kunci $65.500 menjadi sinyal kuat bahwa fase titik terendah siklus (cycle low) telah resmi terlewati. Langkah otoritas fiskal AS yang memangkas pasokan obligasi di pasar secara instan menekan imbal hasil (yield) tenor panjang, yang pada gilirannya mengurangi tekanan makroekonomi pada aset berisiko dan memberikan dorongan likuiditas baru ke sistem keuangan.
​Kendrick menggambarkan langkah intervensi likuiditas pemerintah AS sebagai katalis fundamental yang secara historis selalu menguntungkan Bitcoin sebagai aset dengan suplai terbatas. Selain didukung oleh siklus empat tahunan Bitcoin yang mengarah pada tren penguatan, perbaikan kondisi likuiditas moneter global kian memperkokoh jalur bullish aset kripto utama ini untuk menguji target rekor harga baru hingga pengujung tahun.



